Menghias Diri dengan Akhlak Mulia

Betapa indahnya Islam, kalau kita benar-benar memahami dan mempelajarinya, karena Islam mengatur segala aspek kehidupan, baik yang berkaitan dengan ibadah, sosial, ekonomi, politik dan lain-lain yang tertuang dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah serta bagaimana para shahabat menerapkan Al-Qur'an dan As-Sunnah tersebut. Sebagai ummat Islam, kita harus mempunyai ilmu yang luas, akidah yang kuat dan akhlak yang mulia. Mengapa?

Jika Islam ibarat sebuah bangunan, maka syahadat adalah pondasinya, shalat adalah tiangnya dan akhlak merupakan dindingnya. Maka indah dan buruknya keislaman seseorang tergantung dari akhlaknya.


Musuh-musuh Islam ketika mau menghancurkan Islam tidak perlu membongkar pondasinya atau merobohkan tiangnya, tapi mereka cukup melepaskan dinding atau jendelanya. Musuh Islam tidak harus memurtadkan kaum Muslimin secara langsung atau melarang ummat Islam untuk shalat, tetapi mereka cukup merusak akhlak generasi kaum muslimin, mulai dari anak-anak Islam, remaja Islam, dan bahkan orang tua. Setelah itu mereka menunggu kehancuran Islam.


Pada zaman yang serba modern ini, banyak sekali orang Islam yang sudah lupa terhadap ke-islamannya itu sendiri. Mereka enggan dan malu berjalan di atas kebenaran Islam sehingga mereka tidak sadar lagi terhadap identitas dirinya sebagai ummat Islam.


Islam mewajibkan ummatnya untuk selalu menghias diri dengan akhlak yang mulia, tidak terpengaruh dari pergaulan zaman yang serba bebas, tidak tergila-gila pada janji-janji dunia yang menggiurkan sehingga kita lupa terhadap kewajiban-kewajibannya sebagai hamba ALLAH SWT. Apabila nilai-nilai akhlak tersebut hilang, maka akan hilang lah nilai-nilai keindahan dan kemuliaan di tubuh ummat. Kalau itu terjadi, maka apakah itu yang diinginkan ummat Islam? Tentu tidak. Kita sebagai muslim tentu punya pegangan hidup yaitu Al-Qur'an, kita punya teladan yang terbaik seluruh ummat manusia yaitu Rasulullah SAW. Istri beliau, Aisyah ra. mengatakan "bahwa akhlak Muhammad SAW adalah Al-Qur'an.", seolah-olah Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi SAW itu bagaikan Al-Qur'an berjalan. Artinya, semua sifat akhlak Rasulullah SAW tergambar dalam Al-Qur'an.


Maka bacalah... Renungilah… Fahamilah dan amalkanlah Al-Qur'an itu dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita menjadi orang yang berakhlak mulia di sisi ALLAH dan manusia

Tidak ada komentar: